Skip to content

Venus – iMedis

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan suatu sistem yang dapat mengelola dan mengolah data dan informasi pelayanan, penunjang, dan pendukung rumah sakit yang terintegrasi.

Dengan menerapakan SIMRS, pelaksanaan operasional rumah sakit dapat berjalan secara teratur sesuai dengan prosedur yang diberlakukan dan terstruktur dalam pelaporan sehingga dapat menunjang dan mendukung setiap pengambilan keputusan pihak manajemen rumah sakit. Bahkan jika SIMRS tersebut mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi akan tercipta keprofesionalan kerja dilingkungan rumah sakit.

Venus Media Teknologi (VMT) telah mengembangkan SIMRS yang terintegrasi dan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal yang tepat guna, yaitu Software Rumah Sakit Venus iMedis (Integrated Medical System).

Venus iMedis merupakan paket aplikasi SIMRS atau software rumah sakit yang dibangun dalam bentuk modul-modul aplikasi yang saling terintegrasi satu sama lainnya sehingga menjadi suatu paket utuh dalam rangka pelayanan, penunjang dan pendukung rumah sakit. Mulai dari front office sampai dengan back office.

Tujuan yang diharapkan dapat tercapai secara bertahap dengan diterapkannya software rumah sakit Venus iMedis adalah:

  • Penghematan waktu pelayanan kepada pasien
  • Penghematan Biaya
  • Menghindari duplikasi pekerjaan
  • Memperpendek proses
  • Data medis dan keuangan yang lengkap dan akurat
  • Laporan yang sesuai dengan standar Departemen Kesehatan

Dasar Hukum :

  • Undang-Undang Republik Indonesia No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
  • Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.
  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1171/MENKES/PER/VI/2011 tentang Sistem Informasi Rumah Sakit, Revisi VI. [download]
  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 269/MENKES/PER/III/2008 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan No. 749a/MENKES/PER/XII/1989 tentang Rekam Medis.
  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 145/MENKES/PER/II/1998 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan No. 159b/MENKES/PER/II/1988 tentang Rumah Sakit.
  • Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 705/MENKES/SK/VI/2004 tentang Sosialisasi Sistem Kesehatan Nasional.
  • Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1410/MENKES/SK/X/2003 tentang Sistem Informasi Rumah Sakit (Sistem Pelaporan Rumah Sakit), Revisi V.
  • Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 932/MENKES/SK/VII/2002 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota.
Venus iMedis Home

Venus iMedis - Home

 

“Ada 2 alternatif pembiayaan yang ditawarkan untuk penerapan Venus iMedis yaitu Sistem Kerjasama Operasional (KSO); dan Sistem Pembelian Produk

 

Alternatif Pembiayaan

Ada 2 (dua) alternatif pembiayaan yang ditawarkan untuk penerapan software rumah sakit Venus iMedis, antara lain :

1. Sistem Kerjasama Operasional (KSO)

Dengan KSO ini, ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh pihak rumah sakit, yaitu :

  • Tanpa investasi, karena semua perangkat seperti hardware, software, dan perangkat jaringan adalah tanggungjawab VMT Software.
  • Tanpa biaya pemeliharaan, dan pengembangan.
  • Mendapatkan kepastian sistem berfungsi dengan baik, karena selama masa kerjasama VMT akan meletakkan 1 (satu) orang atau lebih (sesuai dengan kebutuhan) petugas on-site untuk membantu rumah sakit dalam melakukan supervisi dan memelihara sistem.

Ada 2 (dua) tipe KSO, yaitu :

a. KSO sewa pakai.
Keuntungan lain yang diperoleh dengan menerapkan KSO ini adalah pihak rumah sakit tidak perlu mengeluarkan biaya untuk masalah up-grade hardware, karena akan ditanggung oleh pihak VMT Software.
Hanya saja setelah kontrak kerjasama selesai, semua investasi (hardware, software, dan jaringan) akan ditarik/diambil kembali oleh pihak VMT Software.

b. KSO sewa beli.
Ini adalah kebalikan dari KSO sewa pakai karena dengan KSO sewa beli, apabila ada up-grade hardware pihak rumah sakit harus mengeluarkan biaya tambahan. Tetapi dengan KSO ini, semua investasi (hardware, software, dan jaringan) akan menjadi milik rumah sakit.

Perhitungan biaya KSO tergantung pada jumlah hardware, jaringan komputer dan modul software rumah sakit Venus iMedis yang akan digunakan di rumah sakit, serta jumlah kunjungan pasien setiap unit pelayanan (rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, penunjang medis, apotik/farmasi). Biaya KSO juga meliputi biaya maintenance sistem untuk masa KSO yang disepakati. Oleh karena itu untuk mendapat gambaran besaran biaya KSO yang tepat diperlukan data-data sebagai berikut :

  • Data rata-rata kunjungan per bulan pasien rawat jalan, gawat darurat, rawat inap, penunjang medis, kamar operasi serta data jumlah lembar resep apotik/farmasi setiap bulannya.
  • Jumlah tempat tidur, BOR, LOS.
  • Jumlah poliklinik.
  • Denah rumah sakit yang memiliki skala.
  • Daftar hardware yang telah dimiliki rumah sakit beserta spesifikasi detilnya.

 

2.    Pembelian Produk

Dengan sistem pembelian produk, biaya yang dikeluarkan sesuai dengan produk yang dibeli. Produk yang dibeli, dapat berupa :

  • hardware (komputer server, komputer workstation, printer, dan perangkat pendukung aplikasi lainnya)
  • software (modul-modul Venus iMedis).
  • perangkat jaringan (pembelian perangkat keras jaringan dan jasa instalasi jaringan).

Pembayaran yang dapat dilakukan adalah pembayaran secara berkala. Jumlah tahapan pembayaran ditentukan pada saat negosiasi. Setelah hardware, software, dan perangkat jaringan selesai diimplementasikan dan telah dilakukan pelatihan, maka kelangsungan sistem diserahkan sepenuhnya kepada pihak rumah sakit. Jika pihak rumah sakit menginginkan paket pemeliharaan terhadap sistem, maka dikenakankan biaya tambahan. Biaya tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan lingkup pemeliharaannya.